Wednesday, March 08, 2006

Kartini pun Menangis

Anak-anak SD menyanyikan lagu Ibu Kita Kartini. Pikiranku langsung melayang ke masa lalu, saat aku masi duduk di bangku SD dan SMP. Guru sejarahku bercerita, entah itu sekedar dongeng atau fakta, bagaimana RA Kartini berusaha mencari keadilan. Dalam setiap kata demi kata yang keluar dari mulut guruku, terbayang bagaimana beratnya seorang putri berjuang dengan keras untuk mendapatkan apa yang kita sebut kesetaraan antara wanita dan lelaki.
Tadi pagi aku membaca di surat kabar bagaimana RUU Pornografi akan segera disahkan, sementara di luar sana pro dan kontra memecah belah masyarakat. Apa yang sebenarnya dicari oleh pemerintah kita? Apakah masalah baru? Ataukah uang lelah selama rapat-rapat pembahasan RUU? Atau hanya untuk memenuhi keinginan salah satu kelompok dari beribu-ribu golongan di Indonesia ini?
Mari kita hargai usaha-usaha pemerintah, mereka sudah berusaha menjaga martabat seorang wanita, mencoba untuk terjadinya tindak-tindak negatif pada wanita. Tetapi apakah itu benar?
Melihat ke belakang, berpuluh-puluh tahun yang lalu, ketika Kartini mencari kebebasan dengan berjuang habis-habisan, sangat kontras sekali saat ini. Wanita kembali harus dikekang, seakan-akan mereka hanyalah barang berharga yang bahkan tidak diijinkan untuk menikmati indahnya Nusantara. Sementara itu para pria hanya menjadi pengunjung pameran lukisan (baca: wanita) dan tidak ingin lukisan itu rusak sedikit pun dengan cara selalu memakukan lukisan tersebut ke dinding yang dingin dan ketika malam, sendirian di ruang pamer yang gelap. Mungkin RA Kartini akan menangis bila melihat semua ini.
Lalu, bagaimana? Kembali ke diri kita sendiri. Anda boleh setuju dan tidak setuju, anda boleh berdemo sampai membakar bakar gedung DPR sekalipun, namun tolong hargai wanita. Aku dilahirkan oleh wanita dan mencintai wanita yang akan melahirkan penerusku. Begitupun kalian para lelaki, hei, ingatlah kalian juga lahir dari rahim ibu kalian yang juga wanita?
Bukan caranya memberikan sangkar emas kepada mereka untuk melindunginya, namun berikanlah udara yang bersih, tempat hinggap yang nyaman, hingga mereka wanita Indonesia bisa terbang bebas dengan indah. Lindungilah mereka dari pemburu-pemburu liar yang kapan saja siap menerkam dan dengan rakusnya menghisap kebahagiaan wanita, ingat bukan dengan mengurung mereka di dalam istana, tetapi lawanlah para pelahap-pelahap maut itu, kalau perlu korbankan nyawamu untuk wanita, karena mereka adalah ibu kita...

RIO



gw dukung RUU pornografi tapi gw menentang semua yang berkaitan dengan pembatasan hak-hak wanita.

0 Comments:

Post a Comment

<< Home